KOPI UNTUK KEKASIH ORANG LAIN




Di meja ini tersajikan dua gelas kopi, yang satu rasa mocca dan yang satunya vietnam drip. Dihidangkan dengan penuh cinta olehku yang ingin jadi kekasihmu. 

Kau bilang, 

cinta sama saja seperti kopi ini, membahagiakan lidahku, juga menyakiti lambungku. Sesuatu yang seperti itu, takkan berhasil, katanya.

Aku mengangguk dan menggeleng. Iya dan tidak. Iya untuk kebahagiaan lidahnya, tidak untuk keyakinan cintanya yang masih cacat.

Aku bilang,

bukan begitu sudut pandangnya. Kopi mocca untukmu ini baik, dia tidak jahat. Hebatnya lagi meminum kopi sama dengan membakar lemak di tubuh, bukankah kau tak ingin gendut?

Ia menatapku linglung, barangkali kepalanya masih menyusun pertanyaan yang hampir sama dengan kepalaku, kenapa aku bisa begitu mencintainya.

Setahuku, alasannya sangat sederhana;

Kau rela kujemput sore-sore
Bergelut dengan macet
Duduk satu meja
Menimmati kopi bersamaku
Kau tersenyum ikhlas
Dan itu membuatku kaya seketika



....



“Cinta itu kerbau-kerbau kepada petani, mengabdi meski dipecut dan didera.”

Iksan Skuter



Related Posts

2 komentar

  1. Hahasiiiik. Seger banget gue bacanya mas Bro. Jadi pengen icip espresso, biar tahu bahwa yang pahit itu menyegarkan

    BalasHapus

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter