Halo kawan semua!
Satu bulan yang lalu saya tergabung dalam salah satu komunitas sosial yang ada di
Sukabumi yaitu Komunitas Ruang Peduli untuk ikut serta membantu kegitan sosial
kemanusiaan ke Kp. Cilegok, Desa Sumber Jaya, Kab. Sukabumi.
Pada kesempatan ini saya akan
menceritakan beberapa tempat wisata yang ada disana, karena kebetulan ketika
saya bertugas dalam aksi sosial kemanusiaan tersebut saya mampir ke beberapa
tempat wisata yang ada di sana untuk sekadar berisitirahat.
Pertama-tama pada kegiatan tersebut saya
harus menyusuri muara kurang lebih sejauh 2KM untuk mengantarkan paket sembako
ke beberapa penduduk disana yang area pemukimannya terpencil dan jauh dari
pusat perkampungan. Untuk melakukan perjalan kesana saya dan tim menggunakan
sampan, terlihat penduduk di sana mayoritas mata pencahariannya sebagai nelayan
dan petani karena beberapa kali saya berpapasan dengan penduduk yang sedang
memasang jaring dan alat lainnya untuk menangkap ikan dan udang di sepanjang
muara, ada juga penduduk yang baru pulang dari sawah dan kebun.
Selama di perjalanan yang membuat saya takjub
adalah pesona keindahan alam yang ada disana, di ujung muara terhampar laut
biru dengan gradiasi orange karena pantulan cahaya matahari yang mulai turun,
disebelah kiri saya ada sebuah pulau kecil dengan genting-genting rumah warga
yang berwarna merah terlihat jauh, masih banyak pohon besar disana dan pulau
itulah yang nantinya akan saya sambangi. Disebelah kiri saya beberapa bukit
tidak terlalu tinggi terlihat kuning karena humanya, huma adalah istilah sebutan
oleh penduduk disana untuk tempat bercocok tanam padi selain di sawah, ada juga
tanaman lain tapi biasanya hanya ditanam di pinggir sebagai batas kepemilikan. Itu
semua membuat alam di kampung tersebut sangat indah dan jauh dari keramaian,
sangat cocok untuk kawan semua yang mau melakukan wisata kampung sebagai
penyegar fikiran dari kesibukan yang setiap hari digeluti.
Penduduk di sana akan sangat merasa senang
jika ada pengunjung yang membeli ikan dan udang hasil tangkapannya, jadi kalo
kawan-kawan kesana beli hasil laut dan buminya ya, setidaknya itu akan membantu
perekonomian mereka.
Ok, karena saya mau menceritakan tentang
keindahan alam disana jadi cerita tentang kegiatannya saya skip ya untuk di
tulis di cerita yang lain.
Nah, jadi disana saya dan tim kurang lebih menginap
selama dua hari. Pada saat perjalanan pulang saya dan tim mencoba beristirahat
di Curug Cikaso. Menurut saya tempat indah ini akan sangat disayangkan jika terlewatkan ketika berkunjung ke Tegal Buleud atau daerah Pajampangan lainnya.
Berbeda dengan curug lain, di Curug Cikaso terdapat
tiga titik curahan, yang pertama bernama Curug Aseupan, berikutnya Curug Menong
dan Curug Aki.
Luar biasa, curug ini memiliki ketinggian
kurang lebih 80M dan lebar 100M yang terbagi menjadi 3 aliran curug. Curug ini
akan bermuara di Tegal Buleud yang sudah saya ceritakan tadi. Kawan-kawan akan dimanjakan dengan pesona keindahan
rerimbunan pohon di setiap sudut curug dengan airnya yang melimpah ke dalam
kolam dan berwarna biru kehijauan.
Curug Cikaso akan terasa lebih indah dan
menyejukan ketika debet air sedang tinggi, dari kejauhan jatuhan air terjun
yang menyiprat akan terasa mengembun ke tubuh dan pakaian kita. Sangat menyegarkan. Gemuruhnya pun akan terdengar dari kejauhan. Namun harus diingat kita tetap harus tetap berhati-hati.
Kolam Curug Cikaso memiliki kedalaman kurang lebih 15M, pengunjung tidak disarakan untuk mandi di kolam tepat di bawah air terjun, ada beberapa aliran yang boleh digunakan berenang, sebaiknya sebelum berenang bisa bertanya terlebih dahulu kepada penjaga untuk keselamatan dan kenyamanan bersama.
Udah gak sabar kan pengen berkunjung ke sana?
Ok,
sebenarnya jika kita berada dari arah pusat Kota Sukabumi atau Pelabuhan Ratu
yang paling dekat adalah Curug Cikaso, jika dari Kota Sukabumi berjarak sekitar
110KM, jika dari Pelabuhan Ratu berjarak sekitar 70KM.
Untuk menuju ke Curug Cikaso, Kawan-kawan harus melakukan perjalanan menuju Pantai Ujung Genteng. Jika dari Sukabumi harus mengambil arah menuju Jampang Kulon dan kemudian dilanjutkan ke Surade. Di tengah-tengah perjalanan menuju ke Surade berbelok di pertigaan yang tersedia dan menuju ke Jalan Cikaso.
Untuk menuju ke Curug Cikaso, Kawan-kawan harus melakukan perjalanan menuju Pantai Ujung Genteng. Jika dari Sukabumi harus mengambil arah menuju Jampang Kulon dan kemudian dilanjutkan ke Surade. Di tengah-tengah perjalanan menuju ke Surade berbelok di pertigaan yang tersedia dan menuju ke Jalan Cikaso.
Untuk melanjutkan perjalan ke Cilegok Tegal
Buleud kita hanya perlu menyempatkan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan, mengabil
arah langsung ke arah Kec. Tegal Buleud dan belok ke kanan di persimpangan kantor
desa Sumber Jaya.
Jalan untuk menuju ke dua tempat tersebut
cukup menantang, banyak sekali tikungan, tanjakan, dan turunan yang tajam, jadi
untuk kawan-kawan yang belum terbiasa melakukan perjalan wisata ke curug atau
pantai daerah Pajampangan pasti akan merasa tertantang, tidak hanya persiapan
fisik dan mental saja, persiapan kendaraan yang laik jalan juga perlu
diperhatikan.
Di Curug Cikaso kawan-kawan bisa parkir
kendaraan khusus wisatawan yang sudah disediakan oleh pihak pengelola wisata
alam Curug Cikaso, untuk mencapai ke lokasi air terjun kawan-kawan harus berjalan
sejauh 1KM, Menantang bukan?
Untuk memudahkan perjalanan, kawan-kawan bisa
menaiki perahu dengan kapasitas 10 orang yang sudah disediakan oleh pihak
pengelola bekerja sama dengan warga setempat biayanya hanya 60 Ribu Rupiah.
Adapun di Cilegok kawan-kawan bisa ikut
parkir kendaraan di halaman rumah warga, biasanya mereka tidak memungut biaya
tapi sebaiknya tidak dijadikan kesempatan untuk wisata gratisan, adapun untuk
menuju ke pulau yang ada di Cilegok kawan-kawan bisa menaiki sampan warga
dengan membayar ongkos 5-10 Ribu Rupiah.
Ok deh, kalian pasti gak sabar untuk berlibur kesana, yasudah saya akhiri saja ya tulisan ini, hihihi.
Semoga bermanfaat dan selamat berlibur!






Posting Komentar
Posting Komentar